Cara Menyimpan Pompa Celup yang Lama Tidak Dipakai agar Tetap Awet
Pompa celup yang disimpan sembarangan bisa berkarat dan sealnya rusak. Ikuti prosedur pengeringan dan penyimpanan yang benar agar tetap prima.
Tidak semua pompa celup bekerja sepanjang tahun. Ada yang hanya dipakai musiman untuk menguras kolam, mengatasi banjir, atau kebutuhan proyek sementara. Masalahnya, cara menyimpan pompa saat idle sering diabaikan, dan hasilnya pompa yang tadinya sehat malah rusak justru saat tidak dipakai.
Air sisa yang mengendap, seal yang mengering, dan karat yang muncul perlahan adalah penyebab umum pompa gagal menyala setelah disimpan lama. Dengan prosedur penyimpanan yang benar, pompa benam Anda akan tetap siap pakai kapan pun dibutuhkan.
Bersihkan Sebelum Disimpan
Langkah pertama setelah pompa selesai digunakan adalah membersihkannya. Pompa celup sering bekerja di air kotor yang mengandung lumpur, serat, dan kotoran. Jika dibiarkan mengering di dalam bodi, endapan ini mengeras dan menghambat impeller saat pompa dinyalakan kembali.
- Bilas bagian luar dan lubang hisap dengan air bersih.
- Angkat kotoran atau serat yang tersangkut di sekitar impeller dan saringan.
- Pastikan tidak ada lumpur yang mengeras di rongga pompa.
- Periksa kabel dan colokan dari kotoran serta kelembapan.
Keringkan dengan Sempurna
Kelembapan adalah penyebab utama karat dan korosi. Setelah dibersihkan, biarkan pompa mengering sepenuhnya sebelum disimpan. Air yang terperangkap di dalam rongga bisa memicu karat pada bagian logam dan mempercepat kerusakan seal mekanis.
Miringkan pompa agar air sisa keluar dari lubang keluar dan hisap. Diamkan di tempat berventilasi selama beberapa jam hingga benar-benar kering di bagian dalam maupun luar.
Rawat Seal agar Tidak Getas
Seal karet yang menjaga air tidak masuk ke motor bisa mengering dan retak jika disimpan lama dalam kondisi kering total di tempat panas. Seal yang getas akan bocor begitu pompa direndam kembali, membahayakan motor di dalamnya.
Tempat dan Posisi Penyimpanan
Simpan pompa di ruangan kering, jauh dari kelembapan lantai, dan tidak tertindih benda berat. Menyimpannya dalam kotak atau membungkusnya dengan kain melindungi dari debu dan benturan. Gulung kabel dengan longgar, jangan ditekuk tajam, agar isolasi tidak retak.
Jika memungkinkan, nyalakan pompa sebentar setiap beberapa bulan dengan merendamnya di air bersih. Menjalankannya secara berkala menjaga bearing tetap terlumasi dan mencegah komponen bergerak menjadi macet karena diam terlalu lama.
Pompa jenis ini juga dikenal sebagai pompa sumur bor, pompa satelit, pompa submersible — istilah yang berbeda untuk perangkat yang sama.
